KULTUR SEKOLAH
Nama : Sri Endang Lestari
Nim : 12001017
Kelas : PAI 4F
Makul : Magang 1
Tema : Kultur Sekolah
PELAKSANAAN
TATA TERTIB SEKOLAH
Pendidikan
merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk membentuk seseorang yang
berkepribadian dan berkesadaran. Pendidikan dan manusia merupakan satu kesatuan
yang utuh, tidak terpisahkan dalam proses pengembangan diri. Manusia tentunya
tidak lepas dari kebutuhan akan pengetahuan, pembelajaran, dan bagaimana pendidikan
dapat menjadi penunjang yang memungkinkan manusia memahami eksistensinya
sendiri sebagai manusia yang mandiri. Dalam proses pembangunan pendidikan,
perlu adanya organisasi yang mandiri, guna mencetak manusia yang unggul dan
berkarakter, guna mencapai hakikat pendidikan itu sendiri.
Dunia
pendidikan di Indonesia sekarang Menunjukkan semakin beragamnya masalah Hari
semakin rumit dan beberapa pertanyaan adalah Hal terbesar yang terjadi di
sekolah hari ini adalah perilaku siswa yang tidak biasa, Misalnya, semangat
belajar menjadi lebih dan lebih meningkat, moralitas menurun, Masih bolos
sekolah terjadi. Berbagai pekerjaan implementasi Sekolah telah mengambil
langkah-langkah untuk mengurangi dengan melakukan penyimpangan Menerapkan
peraturan sekolah sebagai alat kontrol atau rekayasa sosial bagi siswa.
melaksanakan Tentu saja, tujuan dari perintah ini adalah Siswa mengetahui
tugas, hak dan kewajibannya yang mencerminkan dirinya sebagai siswa.
peraturan
sekolah bisa Dimaknai sebagai ikatan atau aturan yang harus dipatuhi Setiap
warga sekolah mematuhi Proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.
Menjalankan peraturan sekolah Nah, jika guru, pejabat sekolah, dan siswa
melanggar aturan untuk saling mendukung Sekolah itu sendiri, kurangnya dukungan
Siswa akan mengarah pada pemerintahan yang kurang bermakna Tata tertib sekolah
yang berlaku di sekolah. peraturan sekolah berupa peraturan Sekolah adalah
kumpulan peraturan Mengikat lingkungan secara tertulis Sekolah. Dari pengertian
di atas, dapat dipahami bahwa Tata tertib dan peraturan sekolah adalah satu
kesatuan tidak dapat dipisahkan satu sama lain Sebagai aturan yang berlaku di
sekolah, begitulah prosesnya Pendidikan dapat dilakukan secara efektif Efisien.
Tata
tertib sekolah Target utamanya adalah semua siswa Sekolah mengetahui apa
kewajiban, hak dan kewajiban dan jalankan dengan baik sehingga Kegiatan sekolah
berjalan dengan lancar. Prinsip-prinsip disiplin sekolah adalah wajib, Direkomendasikan,
apa yang tidak boleh dilakukan dalam hubungan di lingkungan sekolah. Tujuan
dari tata tertib sekolah meliputi keselamatan adalah untuk Ciptakan rasa aman,
damai, dan bebas Dari ketakutan luar dan dalam, Semua warga merasakannya,
karena jika individu tidak saling mengganggu, maka akan Melahirkan perasaan
kedamaian batin Semua orang siap untuk acara Setiap hari . Tata tertib sekolah
harus disetujui atau menghukum mereka yang melanggarnya. menghukum ditinggalkan
sebagai pilihan terakhir Perkembangan siswa harus diperhatikan. Oleh karena
itu, perkembangan psikologis siswa tidak dan tidak terluka. Tata tertib sekolah
Dibuat untuk:
a. Agar
siswa mengetahui tugas, hak, dan kewajibannya.
b. Agar
siswa mengetahui hal-hal yang diperbolehkan dan keativitas meningkat serta terhindar
dari masalah-masalah yang dapat menyulitkan dirinya.
c. Agar
siswa mengetahui dan melaksanakan dengan baik seluruh kegiatan yang telah
diprogramkan oleh sekolah baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Tata
tertib sekolah bukan hanya sekadar kelengkapan dari sekolah, melainkan
merupakan kebutuhan yang harus mendapat perhatian dari semua pihak yan terkait,
terutama dari siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, sekolah pada umumnya menyusun
pedoman tata terib sekolah bagi semua pihak yang terkait baik guru, tenaga administrasi,
maupun siswa.
Isi
tata terib sekolah secara garis besar adalah berupa tugas dan kewajiban siswa
yang harus dilaksanakan, larangan dan sanksi. Pada hakikatnya, tata tertib
sekolah, baik yang berlaku umum maupun khusus, meliputi tiga unsur berikut.
1. Perbuatan
atau tingkah laku yang diharuskan dan yang dilarang .
2. Akibat
atau sanksi yang menjadi tanggung jawab palaku atau pelanggar peraturan.
3. Cara
atau prosedur untuk menyampaikan peraturan kepada subjek yang dikenai tata
tertib sekolah tersebut.
Graham
sebagaimana dikutip oleh Sanjaya melihat empat faktor yang merupakan dasar kepatuhan
seseorang terhadap nilai tertentu.
a. Normativist.
Biasanya merupakan kepatuhan pada norma-norma hukum yang selanjutnya dikatakan
bahwa kepatuhan ini terdapat dalam tiga bentuk, yaitu (1) kepatuhan terhadap
nilai atau norma; (2) kepatuhan pada proses tanpa memedulikan normanya; (3) kepatuhan
pada hasilnya atau tujuannya yang diharapkan dari peraturan itu.
b. Integralist.
Merupakan kepatuha yang didasarkan pada kesadaran dengan pertimbangan-pertimbangan
rasional.
c. Fenomenalist.
Yaitu kepatuhan berdasarkan suara hati atau sekedar basa-basi.
d. Hedonist.
Yaitu kepatuhan berdasarka kepentingan diri sendiri.
Dari
keempat faktor yang menjadi dasar kepatuhan setiap individu tersebut, tentu
saja yang kita harapkan adalah kepatuhan yang bersifat nomativist sebab
kepatuhan semacam ini adalah kepatuhan yang didasari akan nilai tanpa memedulikan
apakah tingkah laku itu menguntungkan untuk dirinya atau tidak. Selanjutnya,
dalam sumber yang sama dijelaskan, dari keempat faktor ini terdapat lima tipe
kepatuahan sebagai berikut
a. Otoritarian.
Sutau kepatuhan tanpa kepatuhan
b. Conformist.
Kepatuhan tipe ini mempunyai tiga bentuk, yaitu (1) conformist directed, penyesuaian
diri terhadaap masyarakat atau orang lain; (2) conformist hedonist,yakni kepatuhan
yang berorientasi pada conformist integral, adalah kepatuhan yang menyesuaikan
kepentingan diri sendiri dengan kepentingan masyarakat.
c. Compulsive
deviant. Kepatuhan yang tidak konsisten.
d. Hedonik
psikopatik, yaitu kepatuhan pada kekayaan tanpa memperhitungkan kepentingan
orang lain.
e. Supramoralist,
kepatuahan karena keyakinan yang tinggi terhadap nilai-nilai moral.
Kepatuhan
tata tertib sekolah adalah segala sesuatu yang harus menjadi nilai moral atau norma
sebagai bagian yang harus ditanamkan sejak dini sehingga pada perkembangannya
akan menimbulkasn suatu pemahaman tentang nilainilai dan fungsi suatu peraturan
yang mengikat kita bersama dalam suatu kehidupan sosial.
Komentar
Posting Komentar